Sistem Prakiraan Cuaca BMKG Kini Berbasis Kecamatan

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) meluncurkan sistem prakiraan cuaca digital berbasis kecamatan. Sistem ini akan memberikan informasi lebih detil dari skala ruang dan waktu.

“Kebutuhan masyarakat tentang info iklim dan cuaca yang tepat dan akurat semakin luas. Sebelumnya prakiraan BMKG telah menjangkau wilayah kabupaten dan ke depan akan menjangkau wilayah kecamatan," terang Kepala BMKG Dwikorita Karnawati saat peluncuran sistem prakiraan cuaca berbasis kecamatan di Jakarta, Jumat (23/03).

Ia mengatakan, jika sebelumnya BMKG memberikan prakiraan cuaca hingga 3 hari ke depan, dengan sistem yang baru dapat diperbarui menjadi 7 hari ke depan.

Selain itu, jika sebelumnya perkiraan cuaca diperbarui setiap 6 jam, ke depan akan diperbarui menjadi 3 jam sekali.

“Target kita informasi BMKG harus sampai ke masyarakat bawah. Ini sebagai upaya untuk membangun bangsa yang siap dalam menghadapi bahkan memanfaatkan cuaca," ujar dia.

Sementara Deputi Meteorologi BMKG Rahadi Prabowo Mulyono mengatakan, awalnya BMKG mengelola prakiraan berbasis kabupaten pada 416 titik. “Sekarang kita kembangkan di 6.534 titik kecamatan yang dilakukan bertahap," ujar dia.

Rahadi mengatakan, tahap awal BMKG mengutamakan penyiapan prakiraan di 4 provinsi yaitu DKI Jakarta dan Sumatera Selatan dalam menghadapi Asian Games pada Agustus 2018 dan di Provinsi Bali terkait penyelenggaraan sidang IMF pada Oktober 2018 dan juga di Provinsi Sulawesi Selatan.

BMKG saat ini sudah terkoneksi dengan sistem informasi cuaca dunia di bawah koordinasi Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) sehingga informasi cuaca di Indonesia juga dapat diakses dari seluruh dunia.